Pada hari ke 2 ini saya lanjut membaca buku dari halaman 11-21
1.2 THE STORY MINDSET
Di chapter ini saya diajak oleh author untuk berpikir dan berkhayal bagaimana seandainya jika saya memilih jalan lain dalam hidup saya seperti "gimana ya kalau dulu aku milih ini mungkin hidup ku akan berbeda,bagaimana ya ini itu,dll".
Ya walaupun itu gagal,saya tetap senang dengan pilihan saya sampai saat ini,dan menjadi bagian dari diri saya.yang paling penting saya mengambil keputusan keputusan itu dengan sengaja,secara sadar,paham,dan siap dengan konsekuensinya.
di akhir kata "I'd rather live with life of 'oh well.....' than a life of 'what if....'".
1.3 HOW TO THINK LIKE ASTROPHYSICISTsetelah saya cari cari
astrophysicist adalah j
urusan ini merupakan cabang dari ilmu angkasa yang mengaplikasikan hukum fisika dan kimia untuk menjelaskan kelahiran , hidup dan mati dari bintang, planet, galaxy , nebula dan benda lain di alam semesta.
Ya di chapter ini saya diajak untuk bagaimana berpikir seperti astrophysicist.penulis mengatakan bahwa dalam hidup terdapat 3 kebenaran yaitu:
personal truth adalah kebenaran yang dipengaruhi oleh personal bias kita making making.bisa dari bagaimana cara kita dibesarkan,latar belakang keluarga,agama,dan kepercayaan.
political truth adalah kebenaran yang kurang teapot namun diterima oleh publik.contoh saja saat ditanya "siapa pencipta lampu bohlam?" kebanyakan orang pasti akan menjawab Thomas Alva Edison,namun fakanya Joseph Swan adalah penciptanya.
objective truth adalah kebenaran yang telah diuji secara ilmiah,dan bisa kita sebut sebagai fakta.
Di sini saya mendapat pengetahuan kalau kita tilak bisa menggunakan personal truth untuk yang seharusnya diselesaikan dengan objetive truth.masalah masalah dunia seperti apakah bumi bulat atau datar,bagaimana cara mengurangi penyebaran covid,ini adalah ranah objetive truth,bukan personal truth karena sudah ada uji sains yang membuktikannya.
Yang lebih berbahaya adalah saat Kita memaksakan personal truth kita walaupun objetive truth sudah membuktikan mana salah,mana benar.lebih dari itu,kita bahkan bisa melupakan kenyataan,dan berpikir bahwa kita lebih superior dari orang lain,atau lebih ekstremnya kaum gwech lebih superior dari kaum lain.
kaum nazi jerman adalah Salah satu contoh dan bent neat personal truth yang melenceng.mereka menggangap kaumnya lebih superior dari kaum lain di dunia,akibatnya 6 juta orang mati karena The Holocaust.
disini saya sadar seberapa pentingnya untuk mengatur cara berpikir kita.
Komentar
Posting Komentar